Wednesday, January 7, 2009

mendatangi diri

lurutkan rohmu telanjang
ayuh aku cumbui ulas bibirmu
apa kau merasakan basah
kelat darah menggenangi rongga
sedang aku menyentak lidah
kemudian aku belenggukan lehermu
dengan lidah itu

lurutkan rohmu telanjang
ayuh aku mesrai jinjang lehermu
apa kau merasakan dingin
nafas yang kaku dan membeku
sedang aku mengabung rengkung
kemudian aku gentaskan liang nafasmu
dari rengkung itu

lurutkan rohmu telanjang
ayuh aku hangati lurah dadamu
apa kau merasakan renyut
kejur jemari yang membentak keras
sedang aku mengerik rusuk
kemudian aku temukan belikatmu
dengan rusuk itu

lurutkan rohmu telanjang
ayuh aku rengkuhi empuk pinggulmu
apa kau merasakan pegal
nyeri otot saling mengilas
sedang aku membaji ari-ari
kemudian aku renggutkan rahimmu
bolos ari-ari itu

apa pernah sekalikah jasad kau mengendahkan
suara-suara aneh rohmu mengerang
kala ia dilurutkan telanjang
tiap kali iman kau
diperkosakan lantang

11 comments:

Zack said...

Pergh! Naik tegang segala bulu!

Anonymous said...

Tak jadi ghairah.Naik seriau pulak!

hegira said...

menarik. sangat menarik.

Anonymous said...

welldone!!!Berani&bernas,amat kagum dgn maksudnya yg tersirat..

Anonymous said...

WoWW!!!Superb..anak siapa yg amat berbakat ni?

Anonymous said...

bestnya,dpt manfaat & pengajaran,time kacih..

Anonymous said...

mungkin boleh dilembutkan lagi supaya tidak sakit bila dilurutkan ertinya..

Anonymous said...

Cuba lah hantar kat majalah dewan bahasa , kalau tak kena side kick , dia akan KO kan terus .

Babe the Barbarian

rudy bluehikari said...

Fuh! Aku tenggelam dalam eros puisimu.

Artozy said...

zack, biar betul kau?

hegira, ;)

janet, ya aku sedar diri ha ha!

rudy, jangan terus tenggelam!

manusia exsen said...

thats somthing!bagus.